Blog yang Bagus
Kiriman cerita dari Anonim.
21 Desember 2011... tanggal yang harus kuingat. Jangan tanya namaku, apa lagi alamat fb, karena... well.. ini pertama dan terakhir kalinya aku menulis disini. Sebelumnya aku mohon admin memperkenankan tulisanku ini dan mempublikasikannya, karena aku di penghujung kisah singkat ini ingin menyampaikan pesan kepada sahabat-sahabtku yang tidak lagi bisa kujangkau... dimana aku tahu di sana... disatu tempat... beliau tengah membaca kisah yang ada di blog/situs ini. Untuk itu sekali lagi aku memohon admin mempublikasikannya...
Aku seorang lelaki berusia 27 tahun, sudah merantau sejak usia 14 tahun. Maklumlah kehidupan keluarga dikampung halaman yang betul-betul SE (sulit ekonomi). Aku ingin bersekolah seperti kalian disini tapi... aku hanya bisa mengenyam pendidikan hingga tamat SD (itupun udah syukur). 1 Bulan yang lalu aku pulang kampung, setelah beberapa tahun lamanya tidak pulang, kerinduan menjalari sudut hatiku. Hari pertama aku dirumah mendiang kakek, aku senang sekali karena ketika Hp butut ku berdering, ternyata Jonria Dedi sahabatku yang menelpon. Jon memberi tahuku bahwa dirinya mendapatkan no. hpku dari adik sepupuku Wina. Berikut percakapanku dengan jon.. (cuma garis besarnya saja)
Jon : Hoy, pulang kok gak bilang-bilang bro?
Aku : Ini siapa ya?
Jon : Ini Jon!!! Jonria Dedi...!!
Aku : Wah jon!! udah married blom? udah lama ya??
Jon : Hahaha.. blom bro... masih "perawatan" ting-ting...
Aku : Hahaha...bisa aja.. ketemu yuk? dimana sekarang??
Jon : Oke!! tapi ntar malam aja yach??? soalnya sekarang blom bisa keluar... dah doeloe brooo...
Aku : Oke...
Malamnya, aku janjian bertemu dengan Jon disebuah pohon jambu sebelah kuburan tua didesa kami. Awalnya aku juga heran mengapa jon ngajak janjian disitu, padahal dulu waktu kami kanak2 Jon penakutnya minta ampun.
Akhirnya Kami bertemu dan saling melepas rindu. Setelah lelah dibonceng Jon, aku lalu mengajaknya berhenti untuk istirahat sejenak disebuah warung kopi. Tapi anehnya Jon menolak, padahal aku sudah bilang bahwa aku haus. Tapi Jon tetap bersikeras tidak mau berhenti.
Tak terasa kami tiba disebuah warnet. Aku bingung... "Loh Jon??? kita jauh2 kekota masa bukannya nyari makanan atau minum, eh, kamu malah ngajak aku kesini??!". Dia cuma senyum dan bilang.. "Udah masuk duluan sana, aku tau kamu gak bisa komputer, dasar gaptek!! makanya aku pingin kamu bisa juga, sini aku ajarin. Tinggal doang di kota tapi gaptek dasar PANJUL!!!" (Panjul=julukan ku dikampung).
Wah aku senang sekali, akhirnya aku bisa mengetik, dan setidaknya sedikit2 aku bisa mengedit video dan audio menggunakan adobe premiere pro dan adobe audition.. aku jadi bisa photoshop dan coreldraw... (walaupun baru sedikit/dasar dan anehnya walaupun aku bodoh, pelajaran yang diberikannya selalu mudah kuingat dan bisa kupahami dengan cepat). Dia mengajari ku banyak hal. Kadang Jon ditemani oleh seorang wanita bernama "Puji". Aku lupa, entah Pujita apalah.. tapi Jon memanggilnya Puji, jadi aku juga begitu. Akhirnya aku jadi mengerti internet...
Tidak terasa sudah hampir 15 belas hari berlalu, kini tiba masanya aku kembali ke kota besar tempatku bekerja sebagai kuli bangunan. Sebelum kami berpisah, Jon dan Puji datang kerumah Mendiang kakekku saat aku berkemas. Aku sempat bercanda dengannya sembari bilang "Kok tumben siang bro?". Dia cuma tersenyum sedih... aku bisa merasakannya.. (tapi anehnya) Puji lalu memberikanku sebuah kain putih, lusuh bertanah dan berbau busuk.
Puji mengatakan kalau kelak aku kesusahan/kesulitan atau rindu pada dirinya dan Jon, maka aku harus menggigit kain tersebut. Tentu saja aku tertawa dan menolaknya... kaya sinetron aja, (jujur saja aku merinding melihat kain yang terlihat dicabik dengan kasar tersebut... karena mengingatkan ku akan sebuah kain kafan). Taaappiii... Jon lebih aneh lagi... dia memberiku sebuah benda yang aku yakini adalah sebuah tulang jari manusia. Jon berkata serius dan terus menyakinkanku untuk menerima pemberiannya dan Puji. Aku lalu bilang bahwa dirinya dan Puji harusnya tidak ikut2an percaya klenik, sejak mereka adalah orang yang terpelajar.
Jon marah besar tapi Puji segera menenangkannya. Tapi 1 hal yang terus kuingat, perkataan Jon, "Eh, PANJUL!!! Biar kata lo mati-idup-mati 100 kali, Lo gak bakalan dapet yang kayak gini!!!. Sebagai teman, gua cuma berusaha bantu lo ajah!!! Inget yahhh!!! mulai saat ini kita gak bakalan ketemu lagi!!!"
Awalnya aku Pikir Jon mau pergi merantau juga... TAAAPPPPiii... (SH*TTT!!!) Aku salah besar...
sesampainya aku dikota... aku berusaha menghubungi Jon, baik itu lewat sms atau menelpon, tapi Hpnya tidak pernah aktif. Aku kemudian menghubungi adik sepupuku Wina, dan meminta Wina untuk menyampaikan permohonan maafku kepada Jon. Tapi jawaban Wina membuatku kaget sepenuh hati... karena dirinya ternyata tidak pernah memberikan nomorku kepada Jon, karena JONRIA DEDI TELAH MENINGGALL 2 TAHUN YANG LALU!!!
Bahkan terimakasih berkat KAMU Jon!!! selain aku jadi bisa komputer... Dikampung, Aku disebut2 STRESS!! karena bicara sendiri diwarnet!!
Kini Jon dan Puji... 2 orang sahabatku...maaf kumintakan kepada kalian sebanyak-banyaknya... Sesuai janji kita kemarin dulu, dimana kamu memaksaku... aku telah mengirimkan 1 kisah "hantu" di blog atau situs yang kamu dan Puji sangat suka ini... Maaf JON... ANDAI AKU TAHU DARI AWAL... APABILA KAMU MEMBACA POSTINGANKU INI... AKU INGIN BERTERIMAKASIH KEPADAMU DAN PUJI... KELAK KITA AKAN KEMBALI BERTEMU JON... AKU TAHU BANYAK URUSAN YANG BELUM KAMU SELESAIKAN... TAPI.. JON..., PUJI..., SAHABATKU... DUNIA INI BUKAN LAGI TEMPAT BAGI KALIAN... AKU MASIH SERING MENEMUI FBMU AKTIF JON... TOLONG... BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG SAHABATKU... :`(
TERIMA KASIH...
Dari..
Kalian Tahu siapa...
21 Desember 2011... tanggal yang harus kuingat. Jangan tanya namaku, apa lagi alamat fb, karena... well.. ini pertama dan terakhir kalinya aku menulis disini. Sebelumnya aku mohon admin memperkenankan tulisanku ini dan mempublikasikannya, karena aku di penghujung kisah singkat ini ingin menyampaikan pesan kepada sahabat-sahabtku yang tidak lagi bisa kujangkau... dimana aku tahu di sana... disatu tempat... beliau tengah membaca kisah yang ada di blog/situs ini. Untuk itu sekali lagi aku memohon admin mempublikasikannya...
Aku seorang lelaki berusia 27 tahun, sudah merantau sejak usia 14 tahun. Maklumlah kehidupan keluarga dikampung halaman yang betul-betul SE (sulit ekonomi). Aku ingin bersekolah seperti kalian disini tapi... aku hanya bisa mengenyam pendidikan hingga tamat SD (itupun udah syukur). 1 Bulan yang lalu aku pulang kampung, setelah beberapa tahun lamanya tidak pulang, kerinduan menjalari sudut hatiku. Hari pertama aku dirumah mendiang kakek, aku senang sekali karena ketika Hp butut ku berdering, ternyata Jonria Dedi sahabatku yang menelpon. Jon memberi tahuku bahwa dirinya mendapatkan no. hpku dari adik sepupuku Wina. Berikut percakapanku dengan jon.. (cuma garis besarnya saja)
Jon : Hoy, pulang kok gak bilang-bilang bro?
Aku : Ini siapa ya?
Jon : Ini Jon!!! Jonria Dedi...!!
Aku : Wah jon!! udah married blom? udah lama ya??
Jon : Hahaha.. blom bro... masih "perawatan" ting-ting...
Aku : Hahaha...bisa aja.. ketemu yuk? dimana sekarang??
Jon : Oke!! tapi ntar malam aja yach??? soalnya sekarang blom bisa keluar... dah doeloe brooo...
Aku : Oke...
Malamnya, aku janjian bertemu dengan Jon disebuah pohon jambu sebelah kuburan tua didesa kami. Awalnya aku juga heran mengapa jon ngajak janjian disitu, padahal dulu waktu kami kanak2 Jon penakutnya minta ampun.
Akhirnya Kami bertemu dan saling melepas rindu. Setelah lelah dibonceng Jon, aku lalu mengajaknya berhenti untuk istirahat sejenak disebuah warung kopi. Tapi anehnya Jon menolak, padahal aku sudah bilang bahwa aku haus. Tapi Jon tetap bersikeras tidak mau berhenti.
Tak terasa kami tiba disebuah warnet. Aku bingung... "Loh Jon??? kita jauh2 kekota masa bukannya nyari makanan atau minum, eh, kamu malah ngajak aku kesini??!". Dia cuma senyum dan bilang.. "Udah masuk duluan sana, aku tau kamu gak bisa komputer, dasar gaptek!! makanya aku pingin kamu bisa juga, sini aku ajarin. Tinggal doang di kota tapi gaptek dasar PANJUL!!!" (Panjul=julukan ku dikampung).
Wah aku senang sekali, akhirnya aku bisa mengetik, dan setidaknya sedikit2 aku bisa mengedit video dan audio menggunakan adobe premiere pro dan adobe audition.. aku jadi bisa photoshop dan coreldraw... (walaupun baru sedikit/dasar dan anehnya walaupun aku bodoh, pelajaran yang diberikannya selalu mudah kuingat dan bisa kupahami dengan cepat). Dia mengajari ku banyak hal. Kadang Jon ditemani oleh seorang wanita bernama "Puji". Aku lupa, entah Pujita apalah.. tapi Jon memanggilnya Puji, jadi aku juga begitu. Akhirnya aku jadi mengerti internet...
Tidak terasa sudah hampir 15 belas hari berlalu, kini tiba masanya aku kembali ke kota besar tempatku bekerja sebagai kuli bangunan. Sebelum kami berpisah, Jon dan Puji datang kerumah Mendiang kakekku saat aku berkemas. Aku sempat bercanda dengannya sembari bilang "Kok tumben siang bro?". Dia cuma tersenyum sedih... aku bisa merasakannya.. (tapi anehnya) Puji lalu memberikanku sebuah kain putih, lusuh bertanah dan berbau busuk.
Puji mengatakan kalau kelak aku kesusahan/kesulitan atau rindu pada dirinya dan Jon, maka aku harus menggigit kain tersebut. Tentu saja aku tertawa dan menolaknya... kaya sinetron aja, (jujur saja aku merinding melihat kain yang terlihat dicabik dengan kasar tersebut... karena mengingatkan ku akan sebuah kain kafan). Taaappiii... Jon lebih aneh lagi... dia memberiku sebuah benda yang aku yakini adalah sebuah tulang jari manusia. Jon berkata serius dan terus menyakinkanku untuk menerima pemberiannya dan Puji. Aku lalu bilang bahwa dirinya dan Puji harusnya tidak ikut2an percaya klenik, sejak mereka adalah orang yang terpelajar.
Jon marah besar tapi Puji segera menenangkannya. Tapi 1 hal yang terus kuingat, perkataan Jon, "Eh, PANJUL!!! Biar kata lo mati-idup-mati 100 kali, Lo gak bakalan dapet yang kayak gini!!!. Sebagai teman, gua cuma berusaha bantu lo ajah!!! Inget yahhh!!! mulai saat ini kita gak bakalan ketemu lagi!!!"
Awalnya aku Pikir Jon mau pergi merantau juga... TAAAPPPPiii... (SH*TTT!!!) Aku salah besar...
sesampainya aku dikota... aku berusaha menghubungi Jon, baik itu lewat sms atau menelpon, tapi Hpnya tidak pernah aktif. Aku kemudian menghubungi adik sepupuku Wina, dan meminta Wina untuk menyampaikan permohonan maafku kepada Jon. Tapi jawaban Wina membuatku kaget sepenuh hati... karena dirinya ternyata tidak pernah memberikan nomorku kepada Jon, karena JONRIA DEDI TELAH MENINGGALL 2 TAHUN YANG LALU!!!
Bahkan terimakasih berkat KAMU Jon!!! selain aku jadi bisa komputer... Dikampung, Aku disebut2 STRESS!! karena bicara sendiri diwarnet!!
Kini Jon dan Puji... 2 orang sahabatku...maaf kumintakan kepada kalian sebanyak-banyaknya... Sesuai janji kita kemarin dulu, dimana kamu memaksaku... aku telah mengirimkan 1 kisah "hantu" di blog atau situs yang kamu dan Puji sangat suka ini... Maaf JON... ANDAI AKU TAHU DARI AWAL... APABILA KAMU MEMBACA POSTINGANKU INI... AKU INGIN BERTERIMAKASIH KEPADAMU DAN PUJI... KELAK KITA AKAN KEMBALI BERTEMU JON... AKU TAHU BANYAK URUSAN YANG BELUM KAMU SELESAIKAN... TAPI.. JON..., PUJI..., SAHABATKU... DUNIA INI BUKAN LAGI TEMPAT BAGI KALIAN... AKU MASIH SERING MENEMUI FBMU AKTIF JON... TOLONG... BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG SAHABATKU... :`(
TERIMA KASIH...
Dari..
Kalian Tahu siapa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar